Furqon tertunduk, khusyu’ meresapi kuliah tujuh menit di akhir shalat Isya’ berjamaah di masjid Taqwa. Ustadz Ihsan mengulas surat Ar-Rum ayat 21, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Ia menciptakan untukmu dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya di antaramu rasa kasih dan sayang.”
Sejenak Furqon menilik ke dalam hatinya, ada yang telah menorehkan jejak kasih sayang di sana. Jejak yang lembut dan hangat, bagai selimut beludru yang menggoda. Di hatinya, kini ada cinta yang meluap dan bergejolak. Cinta yang diharapkannya bukan sekedar angan-angan.
Furqon menutup mata dan merenung kembali. Ia tahu, mungkin Tuhan menentang rasa sayang ini. Tapi dalam hati seseorang itu, Furqon menemukan ketenteraman. Lalu di manakah letak kesalahannya? Karena sesungguhnya, ia dan seseorang yang telah mencuri hatinya hanyalah dua manusia yang terjebak dalam sebutan Tuhan yang berbeda.
Dalam diam, Furqon berdoa, “Ya Allah, berikan kelapangan hati bagi hamba dan dirinya. Dengan KekuasaanMu, dekatkanlah kami kepada jalan takdir kasih sayang yang penuh deng
... baca selengkapnya di Dua Doa Satu Cinta Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
Arsip Blog
-
▼
2016
(139)
-
▼
Maret
(16)
- Antara Aku, Tukang Cukur dan Tuhan
- Wiro Sableng #95 : Jagal Iblis Makam Setan
- Pesan Yang Kurang
- Dua Doa Satu Cinta
- Wiro Sableng #16 : Hancurnya Istana Darah
- Perang dengan Kemiskinan Mental
- Membangun Integritas
- Wiro Sableng #29 : Bencana Di Kuto Gede
- Bantal
- Wiro Sableng #23 : Cincin Warisan Setan
- [Bukan Partai] Golkar
- Maafkan Diriku
- Gitar Tua Joko
- I’m Sure, I Can Do It!
- Balon Meletus
- Berbuat Sesuatu Untuk Mimpi
-
▼
Maret
(16)
Minggu, 20 Maret 2016
Dua Doa Satu Cinta
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar