“An, dicari Alwi tuch. Ditungguin di perpustakaan.”
“Kok dia engga sms aja, Ly?”
“I don’t know..”
“Ya udah. Makasih ya, Lely.”
Aku mengikuti langkahnya ke perpustakaan. Karena jujur saja aku khawatir dengannya. Hari ini dia bukan Ana yang kukenal. Sambil pura-pura meminjam buku dan akan membacanya di perpustakaan, aku mencari posisi yang tepat supaya bisa melihat dan (siapa tau) bisa mendengar pembicaraan Ana dengan pacarnya, Alwi.
“Tapi kamu engga bilang sama aku, Wi. Aku punya salah apa sama kamu? Apa aku selingkuh? Atau gara-gara aku lupa hari ulang-tahunmu kemarin?”
“Kamu engga punya salah apa-apa, An. Cuma, sebenarnya aku engga benar-benar sayang sama kamu, An. Aku engga mau terus-terusan bohong sama kamu. Maaf ya.”
“Kalau engga benar-benar sayang, kenapa pacaran kita bisa bertahan dari kita SMP sampai sekarang? Empat tahun, Wi. Dan kamu bilang kamu cuma iseng? Atau jangan-jangan kamu mutusin aku karena kamu sudah mau lulus dan kuliah di luar kota? Sebenarnya ada apa sih,
... baca selengkapnya di Positif Kecanduan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
Arsip Blog
-
▼
2016
(139)
-
▼
Juli
(15)
- Hadiah
- Wiro Sableng #159 : Bayi Satu Suro
- Ada Apa Tahun 2012?
- Markonah dan Uang Lima Ribuan
- Padamu Wanita Indonesia
- Ditooo… Apa Lagi (Part 3)
- Menebar Kebaikan, Menuai Kesuksesan
- Sahabat Sejati
- Antara Aku, Tukang Cukur dan Tuhan
- Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan
- Positif Kecanduan
- Trainer Level 5
- Memanfaatkan Momen Terbaik
- Bencana Asap di Riau: Dari Hot Spot Menjadi Hotline
- Hati Nurani Sang Pencuri
-
▼
Juli
(15)
Selasa, 05 Juli 2016
Positif Kecanduan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar